LENSAMINAHASA.COM — Malam kelam menyelimuti Desa Touliang Oki Jaga 8, Kecamatan Eris, Sabtu (11/4/2026). Seorang petani berinisial DG (38) ditemukan tewas gantung diri di ruang tamu rumahnya, sekitar pukul 23.30 WITA. Tragedi ini diduga dipicu pertengkaran rumah tangga yang memanas, diperparah pengaruh minuman keras.
Korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan tali nilon yang terikat pada balok plafon. Ironisnya, peristiwa ini pertama kali disaksikan oleh sang istri sendiri, Desika Daut (34), yang beberapa saat sebelumnya terlibat cekcok hebat dengan korban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasangan suami istri ini baru saja pulang dari sebuah hajatan sekitar pukul 22.30 WITA. Namun suasana rumah berubah tegang. Dalam kondisi dipengaruhi miras, korban diduga diliputi rasa cemburu hingga melontarkan makian dan ancaman kekerasan.
Merasa terancam, sang istri memilih menghindar dengan masuk ke kamar bersama dua anak mereka. Tak lama berselang, terdengar suara benda jatuh dari ruang tamu. Namun rasa takut membuat saksi baru keluar sekitar 30 menit kemudian—dan pemandangan mengerikan pun tersaji: korban sudah tergantung tak bernyawa.
Dalam kepanikan, saksi berusaha menyelamatkan korban dengan memotong tali menggunakan gunting dan menurunkannya ke lantai. Ia kemudian meminta bantuan warga sekitar, di antaranya James Maramis (46) dan Decky Pakasi (71). Namun saat warga tiba, nyawa korban dipastikan telah tak tertolong.
Keterangan warga mengungkap, konflik rumah tangga pasangan ini bukan kali pertama terjadi. Pertengkaran yang disertai ancaman kekerasan disebut sudah berulang.
Aparat dari Polsek Eris bersama SPKT Polres Minahasa dan tim Inafis langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan, sejumlah saksi diperiksa, serta barang bukti diamankan guna memastikan penyebab pasti kejadian.
Kapolsek Eris, AKP Ariel H. Gumalang, SH, MH, membenarkan insiden tersebut. “Kami sudah melakukan penanganan sesuai prosedur. Dari hasil awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain. Dugaan sementara korban meninggal akibat gantung diri,” ujarnya.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi masyarakat. Campuran emosi, cemburu, dan pengaruh alkohol kembali menelan korban jiwa. Konflik rumah tangga yang tak terkendali, bila dibiarkan, bisa berubah menjadi tragedi yang tak terpulihkan.(opal)












