LENSAMINAHASA.COM — Pemerintah pusat tak lagi sekadar memantau dari balik meja. Muhammad Tito Karnavian bersama Maruarar Sirait turun langsung ke Desa Tempang Dua, Kecamatan Langowan Utara, Kamis (9/4/2026) sore, untuk menguji kesiapan sekaligus transparansi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Kunjungan kerja yang dimulai sekitar pukul 17.30 WITA itu tak sekadar seremoni. Di hadapan pejabat daerah dan warga, dua menteri ini langsung menyoroti implementasi program yang selama ini kerap disorot soal ketepatan sasaran.
Rombongan yang turut dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang dan Sekda Minahasa Lynda Deisye Watania, langsung bergerak meninjau rumah calon penerima bantuan (CPB). Dua warga, Christine Afni Rondonuwu dan Cheren Febry Karisoh, menjadi sampel nyata bagaimana program ini akan dijalankan di lapangan.
Tak berhenti di situ, pemerintah pusat juga “menguji” mekanisme lewat simulasi Tender Rakyat—skema yang digadang-gadang menjadi solusi agar pembangunan rumah swadaya benar-benar terbuka dan bebas permainan.
Sekitar 100 warga yang hadir ikut menyaksikan langsung proses tersebut. Pesan yang disampaikan jelas: tak ada ruang untuk praktik abu-abu dalam program bantuan perumahan.
Menjelang malam, rombongan bergerak cepat. Sekitar pukul 18.40 WITA, agenda bergeser ke GMIM Schwarz Sentrum Langowan untuk kunjungan singkat, sebelum dilanjutkan dengan ziarah ke makam Thomas Sigar di Desa Tounelet, Kecamatan Langowan Barat.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat ingin memastikan program BSPS berjalan tepat sasaran—bukan sekadar proyek, tetapi benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan. Transparansi dan pengawasan kini tak lagi jadi slogan, melainkan diuji langsung di lapangan.(opal)












